Timnas Brasil mengajukan Banding perihal sanksi yang diterima Neymar |

Agen Bola
Agen Bola
Selamat datang di Mahkotabola.net – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Daftarkan diri anda sekarang juga! Pendaftaran Gratis!
Apabila anda membutuhkan bantuan, segera hubungi CS kami yang siap membantu anda 24 jam nonstop
Dapatkan update info berita terbaru dari dunia Sepakbola

Timnas Brasil mengajukan Banding perihal sanksi yang diterima Neymar

Masih ingat kejadian pada pertandingan Brasil vs kolombia pada tanggal 18 juni 2015 semalam? Dimana Neymar harus menerima sanksi kartu merah dalam kejadian itu dan tidak dapat diturunkan dalam 4 laga pertandingan. Dan kali ini CBF selaku Federasi sepakbola Brasil resmi mengajukan banding dalam kejadian tersebut. Mereka menilai hukuman yang diberikan CONMEBOL terlalu memberatkan.

Adalah Carlos Dunga sebagai pelatih Tim Samba yang menyatakan dirinya kecewa terhadap komisi disiplin CONMEBOL. Dalam kekecewaannya dia tetap ingin mengajukan banding ke pihak CBF.

Hukuman tersebut dianggap memberatkan, karena selain tidak boleh tampil dalam empat laga. Kapten Brasil tersebut juga harus didenda USD100ribu. Hal tersebut dikarenakan bintang Barcelona tersebut menendang bola ke Pablo Armero pada laga kedua Grup C dimana Brasil harus kalah 0-1 terhadap kolombia.

“Kasus Neymar akan kami serahkan ke CBF selaku Federasi Sepakbola Brasil. Lalu mereka bisa memberikan argumen yang bijaksana terhadap kasus Neymar. Kami harap semua orang dapat menilai apa yang terjadi dalam kejadian pada kompetisi tersebut. Kami tidak berharap lebih dari apapun selain itu.” ungkap Dunga kepada Mahkotabola

“Saat ini yang menjadi kekhawatiran kami adalah pertandingan melawan Venezuela besok. Kami harus fokus pada pertandingan tersebut, dan sekaligus mencari solusi yang tepat bagi Tim kami saat ini.” Ucap Dunga.

Pada pertandingan melawan Venezuela besok, Senin 22 Juni 2015. Akan menjadi pertandingan yang penting buat Brasil yang memiliki nilai sama dengan 3 konstentan lainnya. Hal ini menjadi pertandingan hidup mati bagi Brasil.